Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /customers/d/a/5/sabilulungan.org/httpd.www/40/wp-includes/cache.php on line 36 Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /customers/d/a/5/sabilulungan.org/httpd.www/40/wp-includes/query.php on line 21 Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /customers/d/a/5/sabilulungan.org/httpd.www/40/wp-includes/theme.php on line 508 40 Days in Europe » Endorsements

Archive for the ‘Endorsements’ Category

Murphy’s Law

Saturday, August 25th, 2007

“In the West there is an adage known as ‘Murphy’s Law’ which broadly states that “anything that can go wrong, will go wrong”. The trials and tribulations faced by the young Sundanese musicians described in this book provide substantial support for this theory. From a last minute financial disaster, to near-catastrophic problems with delayed visas, missing musical instruments and damaged transportation, the reader accompanies the group on what is a gripping rollercoaster ride across Europe. The geographic journey travelled is paralleled by an emotional one. In the face of such crises, what shines through are qualities of human nature ranging from: faith, self-belief, endurance, resourcefulness, camaraderie, kindness and generosity, to audacity, naiveté and occasionally breathtaking denial!

The success of the book also lies in its connection to broader themes of globalisation. Maulana Syuhada provides entertaining insights into cross-cultural communication (and miscommunication), perceptively highlighting cultural differences. Many will also identify with his amusing account of being a student with little money in a foreign land. Indeed, apart from being of interest to all those involved in the arts, this is essential reading for any prospective student who is considering pursuing their education abroad.”

Dr. Rachel Swindells, Gamelan and Community Projects Officer, Hallé Concerts Society, Manchester, UK

Sebuah pengalaman yang unik

Saturday, August 25th, 2007

“Sebuah pengalaman yang unik, disuguhkan melalui narasi memoar yang menarik, penuh kejutan dan klimaks yang dramatis, dibumbui dengan humor tanpa mengabaikan kesadaran yang jujur pada realitas yang dihadapi. Pembaca diajak untuk menemani grup angklung “KPA 3″ dalam petualangan mereka ke berbagai negara Eropa, pembaca ikut deg-degan mengingat kondisi finansial yang sangat tidak jelas, pembaca ikut merasakan semangat para pemain dalam persiapan pertunjukan di berbagai lokasi, pembaca terbawa rasa bahagia dan bangga atas kesuksesan penampilan dan pada akhirnya tak bisa tidak, selain ikut terharu atas sambutan antusias para penonton. Ditulis dengan sangat baik, sangat menggairahkan, selalu mengalir dan tidak membuat bosan. Dan yang terutama, sangat menghibur!”

- Bettina David, Peneliti Bahasa dan Budaya Indonesia, penulis buku “Indonesisch Slang - Bahasa Gaul”.

SANGAT MENGINSPIRASI!

Thursday, August 23rd, 2007

“SANGAT MENGINSPIRASI! Novel ini WAJIB dibaca oleh siapapun terutama generasi muda. Maulana membuat saya ingin kembali menjadi siswa SMU! Selamat Maulana, untuk novel debutnya! Keren abis!”

- Ninit Yunita, novelis

Kisah nyata persahabatan 35 anak-anak muda Indonesia

Monday, August 20th, 2007

“Buku ini menggambarkan kisah nyata tentang pengalaman sebuah misi kebudayaan dan persahabatan 35 anak-anak muda Indonesia dari grup angklung SMAN 3 Bandung ke Eropa. Saya bersyukur dan bangga atas semua keberhasilan yang telah dicapai dan saya percaya hal tersebut telah memberikan pengalaman dan pendidikan yang tinggi nilainya.

Usaha dan perjuangan untuk mengaktualisasikan keinginan tersebut, sungguh mencerminkan semangat dan tekad yang luar biasa, dan ucapan selamat dan penghargaan yang tinggi perlu disampaikan kepada penulis yang dalam keterbatasan waktunya masih dapat menuliskan catatan-catatan peristiwa yang penting dan menarik.”

- Wiranto Arismunandar, mantan Rektor ITB dan mantan Menteri Pendidikan RI

Semangat yang baik!

Sunday, August 19th, 2007

“Buku ini memberi kesan yang segar tentang pengalaman seorang pemuda Indonesia dan grupnya di Eropa kontemporer. Walaupun situasi keuangan amat terbatas, grup itu akhirnya berhasil mengatasi kesulitan dengan perjuangan yang gigih dan sikap yang positif. Maka buku ini pasti amat menarik untuk pembaca muda di Indonesia, tidak hanya karena fakta dan persepsi yang menyegarkan, tetapi karena pada dasarnya nadanya memberi semangat yang baik.”

- Dr. Arndt Graf, Associate Professor, Universitas Hamburg, Jerman - Universiti Sains Malaysia, Pulau Pinang, Malaysia

Nasib seniman yang menyedihkan

Sunday, August 19th, 2007

“Nasib seniman di dunia yang fana ini sangat menyedihkan. Seniman yang bekerja keras menyampaikan ilham dan hiburan kepada para penonton seharusnya mendapat upah yang seimbang juga, apalagi kalau ngamen-nya di negara orang kaya. Ironisnya, upah yang diterima oleh rombongan angklung SMA 3 Bandung yang dipimpin Kang Maulana Syuhada malah berupa hutang, susah payah dan stres. Dongeng petualangan Kang Mul mengatasi tantangan yang mestinya tidak mungkin diatasi ini merupakan sebuah ilham dan peringatan yang luar biasa. Buku ini adalah bacaan wajib untuk semua yang mau mengurus pentas seni di mancanegara.”

- Simon Cook, Dosen gamelan Sunda di Royal Holloway University of London dan Pimpinan Lingkung Seni Sunda “Sekar Enggal” di London.

Impian yang mustahil diwujudkan

Sunday, August 19th, 2007

“Kisah “40 days in Europe” merupakan pengalaman dan perjuangan seorang anak manusia beserta grup KPA3-nya, yang dengan gigih telah berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan sebuah impian, yang untuk orang-orang biasa, impian ini sebenarnya mustahil dapat diwujudkan.

Sebagai seorang alumnus SMAN 3 Bandung, saya sangat bangga dan hormat terhadap penulis dan KPA3, karena tulisan ini dapat memotivasi semua anak muda di negeri tercinta ini untuk berusaha secara maksimal untuk mewujudkan sebuah cita-cita.”

- Rachmat Pakih, Ketua Yayasan Alumni SMAN 3 Bandung

Hanya tepukan dan pujian

Friday, August 17th, 2007

“Seni bertualang yang memperkaya pengalaman krisis manajemen yang biasa muncul di bidang seni budaya folklore seringkali hanya mendapat tepukan dan pujian. Masih banyak diperlukan dukungan bagi keberhasilan grup seni budaya yang mengangkat nama sebuah bangsa. Diceritakan dengan bahasa dan situasi yang begitu nyata untuk dijamah pembaca.”

- Dyah Narang-Huth, Pimpinan Indonesisches Kultur Agentur Team (IKAT) Hamburg.

Usaha nekat dari sekelompok anak muda Bandung

Friday, August 17th, 2007

“Kisah perjalanan yang luar biasa! Usaha keras yang boleh dikatakan “nekat” dari sekelompok anak muda Bandung dalam memperkenalkan budaya Indonesia di Eropa, patut diacungi jempol. Mereka telah menyemai semangat juang, disiplin, pantang menyerah dan tahan uji untuk bisa maju dan berkreasi. Namun perlu dicatat bahwa perhitungan cermat sangat diperlukan dalam mewujudkankan sesuatu yang besar, karena tidak selalu “keajaiban “ dan“pertolongan darurat ” bisa diandalkan.

Derap perjuangan “duta bangsa “ mempromosikan kesenian angklung sebagai salah satu keunggulan budaya bangsa Indonesia di Eropa, bisa menjadi inspirasi bagi kaum muda lainnya terutama tentang sikap, perilaku postif , motivasi yang kuat, disiplin, ketekunan, kearifan dan kerjasama erat dalam meneguhkan eksistensi bangsa di mancanegara.”

- Nadjib RIPHAT Kesoema, Duta Besar RI Untuk Kerajaan Belgia, Keharyapatihan Luksemburg dan Uni Eropa

Bahasa universal

Wednesday, August 15th, 2007

“Kesenian musik dan tari sangat diyakini sebagai bahasa universal dan unik. Oleh sebab itu hal tersebut bisa menjadi jembatan yang menghubungkan tali silahturahmi antara bangsa-bangsa di dunia. Dia bisa menjadi wajah suatu bangsa yang diwakilinya.

Mempersiapkan dan mempertunjukan, bahkan mengikuti kompetisi dalam bidang seni musik dan tari traditional bangsa ini di luar negeri meminta suatu bentuk kinerja yang luar biasa kuat. Tidak hanya kualitas dan originalitas yang dituntut. Hal ini juga membangun jembatan silahturahmi sebagaimana diungkapkan diatas. Tanpa dirasakan hal ini merupakan ungkapan yang nyata dan luar biasa dari kecintaan terhadap bangsa yang memilikinya.

Buku 40 Hari di Eropa ini menunjukan semua hal tersebut. Walaupun menghadapi segala bentuk tantangan, hambatan dan minimnya bantuan, dengan kerelaan berkorban dan tingginya kecintaan akan terhadap bahasa universal ini, kecintaan terhadap bangsa, keberhasilan membangun jembatan tersebut bisa menjadi kenyataan dan memberikan kenikmatan bagi para pembangunnya. Selamat untuk KPA 3 dan pendukungnya, perjuangan anda semua sangat tinggi nilainya bagi bangsa ini dan bagi persahabatan di dunia.”

- Dr. Ing. Ir. Boedi Darma Sidi, MSA, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Berlin (1999 – 2003)